Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa harus sertakan niat ketika ibadah di kala kerja?

 

Mengapa harus sertakan niat ketika ibadah di kala kerja?

Ibadah Dikala  Kerja, Harus Sertakan Niat Agar Kerja Lebih Berkualitas

Mengapa harus sertakan niat ketika ibadah di kala kerja?

Agar kerja menjadi berkualitas, maka sebaiknya niatkan untuk ibadah dikala kerja. Itulah langkah seorang mukmin yang harus diterapkan ketika bekerja dan selalu ada Allah di hatinya.

Hanya Allah lah yang akan memberikan sebuah amal kebaikan ketika diniatkan dalam bekerja. Dengan demikian maka setiap mukmin yang bekerja atas ridho Allah maka akan terhindar dari siksa api neraka

Ibadah Dikala Kerja Adalah Ibadah Karena Allah

Menurut Habib Novel mengatakan bahwa seorang mukmin yang bekerja karena Allah. Hidupnya akan menjadi lebih berkah, Allah akan membalas usahanya dengan sebuah gaji yang sangat berlimpah. Oleh sebab itu, tanamkan pada pikiran Anda bahwa semua karena Allah. Dengan demikian, rejeki yang Anda cari akan menjadi berkah.

Namun,  jika bekerja dengan mindset ingin menjadi kaya dan rezeki berlimpah. Anda tidak menghadirkan Allah dalam setiap langkahnya mencari rezeki, maka rasa lelah yang akan didapat. Lantas bagaimana cara agar muncul niat ibadah dikala kerja?

1.Mencari Pahala

Jika bekerja niatkan diri untuk mencari pahala karena Allah. Dengan demikian, maka rezeki akan datang dengan sangat cepat.

Namun saat ini, sebagian besar orang sedang mengalami akidah yang rusak. Mereka beranggapan bahwa usaha dan kerja keras akan mendatangkan rezeki. Padahal hakikatnya rezeki itu adalah urusan dari sang Pencipta.

Seorang hamba cukup berusaha dan berserah diri kepada Allah. Biarlah Allah yang memberikan rezeki kepada hambanya.

2.Niatkan Karena Allah

Tanamkan di hati bekerja karena Allah. Dengan demikian, hidup akan lebih tenang  dan yakinkan hati kepada Allah bahwa usaha tidak akan menghianati hasil.

Jika Anda bertawakal kepada Allah, maka rezeki akan mengalir dengan berlimpah. Namun, jika menghilangkan niat karena Allah. Apabila hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, kekecewaan yang akan didapatnya.

Walaupun dia telah mendapatkan materi yang sangat berlimpah akan tetap merasa kekurangan.  Gantungkanlah hidup hanya kepada Allah, maka rezeki akan berlimpah dan hidup menjadi tenang.

3. Penghapus Dosa

Seorang hamba yang bekerja meniatkan diri untuk mencari keberkahan kepada Allah. Selain itu, menanamkan bahwa ibadah di kala bekerja adalah sebuah penghapus dosa.

Langkah untuk menuju ke Jannah dan keberkahan akan menaungi keluarga. Hamba tersebut akan mempunyai rejeki yaitu barokah dan kesehatan.

Hal tersebut telah diriwayatkan oleh Umar bin Khattab dalam haditsnya,  yaitu:

"Niat dalam bekerja merupakan sebuah amalan yang harus dimiliki oleh seorang hamba. Dengan demikian, apa yang diinginkan akan terwujud. Barangsiapa seorang hamba yang melakukan hijrah karena Allah dan Rasulnya. Maka hijrahnya seorang hamba untuk Allah beserta Rasulnya. Barangsiapa hijrahnya hanya semata untuk kesenangan didunia atau karena ingin menyenangkan wanita yang dinikahinya. Maka hijrah karena  hal yang ditujunya itu" (HR Bukhari dan Muslim).

 

Bagi seorang hamba yang selalu menerapkan ibadah di kala bekerja maka akan diganti Allah berlipat-lipat rejekinya. Apalagi jika seorang kepala rumah tangga bekerja demi kebutuhan karena Allah.

Maka setiap keringat yang dikeluarkannya akan menjadi keberkahan bagi dirinya. Selain itu,  surgalah tempat dari hidupnya selama didunia dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Ubahlah mindset hidup Anda ketika sedang bekerja. Kejarlah keberkahan dari Allah, maka jaminan hidup nyaman dan tenang akan didapatkan.

Allah telah mengatur porsi rezeki setiap hambanya melalui ibadahnya. Jika setiap hamba beribadah dengan selalu melaksanakan perintah sunnah dan wajibnya.  Maka rezeki seorang hamba tersebut akan berlimpah.

Namun,  barangsiapa yang menjauhkan hidupnya kepada Allah. Rezekinya pun akan menjauh. Rasa lelah dan capek  dalam bekerja yang akan didapat.

Posting Komentar untuk "Mengapa harus sertakan niat ketika ibadah di kala kerja?"