Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum menikah dengan sepupu apakah diperbolehkan dalam islam?

 

Hukum menikah dengan sepupu apakah diperbolehkan dalam islam?


Hukum Menikah dengan Sepupu Menurut Kesehatan Dan Islam,  Apakah Diperbolehkan?

Hukum menikah dengan sepupu apakah diperbolehkan dalam islam?

Tahukah Anda apakah hukum menikah dengan sepupu? Bagaimana pandangannya menurut Islam? Lalu apakah dalam segi medis diperbolehkan? Tentunya Anda penasaran bukan? Yuk, segera simak ulasan berikut ini.

Hukum menikah dengan sepupu Versi Islam

Pupu berasal dari kata nenek moyang, jadi artinya saudara sepupu adalah saudara senenek dua saudara yang masing-masing memanggil kakak atau adik. Saudara sepupu merupakan anak dari tante atau Om.

Menurut pandangan Islam siapa sajakah yang haram untuk dinikahi? Semua sudah tertera pada surat an-nisa pada ayat 23 yang menjelaskan bahwa terdapat perempuan yang tidak boleh menikah dengan laki-laki yang masih ada ikatan mahram.

Menurut konsultasi syariah menyebutkan bahwa saudara sepupu bukanlah mahram jadi halal untuk dinikahi. Hal itu, seperti firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 50.

Hukum menikah dengan sepupu  dilihat dari sisi segi kesehatan

Walaupun dihalalkan, akan tetapi menikah dengan sepupu ternyata mempunyai banyak resiko dalam segi kesehatan. Khususnya pada keturunan sebab menikah dengan sepupu termasuk dalam pernikahan sedarah.

Dengan demikian, akan membuat persamaan genetik. efeknya keturunan akan menjadi cacat. Menurut seorang Profesor bernama Hanan Hamami seorang pakar genetika manusia, menjelaskan bahwa terdapat resiko dari pernikahan yang sedarah. Resiko yang diambil oleh pasangan pernikahan sedarah adalah:

1. Mengalami Kelahiran Cacat

Walaupun dalam keturunan atau silsilah keluarga tidak ada kelainan pada genetik. Namun resiko dengan menikahi sepupu sendiri akan meningkatkan bayi lahir cacat.

Dalam penelitian menyebutkan bahwa kelahiran bayi cacat bawaan terjadi hingga dua sampai tiga persen. Hal itu, karena sebagian besar dari mereka menikahi wanita sedarah atau sepupu. Penyakit bawaan sejak lahir sering terjadi bagi pasangan sedarah atau sepupu. Berbeda dengan pasangan yang tanpa adanya ikatan keluarga.

2. Adanya gangguan imunitas Tubuh

Menurut penelitian menjelaskan bahwa pasangan muda yang menikah dengan sepupu. Resiko yang terjadi adalah adanya kelainan genetik primary immunodeficiency.

Kelainan pada genetik tersebut terjadi akibat imunitas pada tubuh mengalami gangguan. Itulah sebabnya anak tersebut mudah sekali terkena penyakit autoimun dan infeksi.

Nah, bagaimana apakah Anda sudah mengetahuinya menurut kesehatan? Lantas apakah ada keinginan untuk menikah dengan sepupu?

3. Bayi Akan Lahir mati

Hukum menikah dengan sepupu berikutnya adalah jika bayi tersebut lahir maka akan meninggal. Penelitian juga menyebutkan bahwa menikah dengan sepupu resikonya sangat tinggi.

Oleh sebab itu, pikirkan lagi sebelum menikah dengan sepupu. Resiko tinggi akan terjadi jika yang dinikahi adalah sepupu pertama contohnya adalah dari anak kakak pertama dari ibu maupun ayah.

4. Adanya Gangguan Mental

Faktor berikutnya berdampak pada bayi tersebut. Jika telah dewasa,  maka yang terjadi akan mengalami gangguan mental. Penelitian juga menyebutkan bahwa menikah dengan sepupu juga akan menyebabkan terjadi gangguan depresi dan gangguan psikosis. Sehingga telah jelas mengapa dari segi kesehatan tidak diperbolehkan.

 

Hukumnya menikah dengan sepupu menurut Islam diperbolehkan. Akan tetapi, dalam segi kesehatan akan mempengaruhi keturunan.

Pertimbangkan lagi jika ingin menikah dengan saudara sepupu. Anda pun juga harus waspada jika suatu saat mempunyai keturunan.

Bisa jadi keturunan tersebut akan mengalami berbagai jenis gangguan. Semua keputusan ada di tangan Anda. Apakah ingin menikah dengan sepupu ataukah dengan pasangan yang tidak terikat keluarga? Pikirkanlah kembali dengan matang. Agar Anda dan pasangan tidak akan menyesal di kemudian hari.


 

 

Posting Komentar untuk "Hukum menikah dengan sepupu apakah diperbolehkan dalam islam?"